Jumat, 29 Mei 2015

MOTHER DAY

Jum'at, 29 Mai 2015





MOTHER DAY





Ibu............................................
Haruskah diriku bertahan................
ataukah membiarkan semua ini....berlalu..........
Ibu.................................................
sesulitnya tingkatan kehidupanku
ku selalu mengenang namamu..............
Ibu......................................................
masih adakah jawaban untukku
masih adakah impian yang kau gambarkan untukku....
Ibu............................................................
akankah kau mendengarkan suaraku
betapa sedihnya jika aku mengingatmu..
Ibu.........................................................
Do'a ku setiap denyutan nadiku selalu untukMu oh ibuku..
Anakmu ini tidak bisa berbuat apa2 kecuali memohon sama sang Ilahi Robbi...
""" DO'AKU SELALU MENYERTAIMU OH IBUKU YG KUCINTAI SELAMANYA ""...

Jakarta 

Oleh : MUHAMMAD TOYYIB
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

SPECIAL TO MY MOM......MOTHER DAY

Jum'at, 29 Mai 2015





SPECIAL TO MY MOM......MOTHER DAY






Kenanglah Ibu yang menyangimu
Untuk Ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi...
Ingatkah engkau ..ketika Ibumu rela tidur tanpa selimut, demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu
Ingatkah engkau ketika jemari Ibu mengusap lembut kepalamu ?..dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata Ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit
Sesekali jenguklah Ibumu yang selalu menanti kepulanganmu dirumah tempat kau di lahirkan
Kembalilah memohon maaf pada Ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu
Jangan biarkan engkau saat saat yang akan kau rindukan dimasa datang ketika Ibu tiada
Tak ada lagi yang berdiri didepan pintu menyambut kita..tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia
Yang ada hanyalah kamar kosong tanpa penghuninya
Yang ada hanyalah baju yang digantung dilemari kamarnya
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya
Kembalilah segera...peluklah Ibu yang selalu menyayangimu
Ciumlah kaki Ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang tyerbaik di akhir hayatnya.
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya
Ibu Maafkan aku..sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas......

Jakarta 

Oleh : MUHAMMAD TOYYIB
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Kamis, 28 Mei 2015

KACAMATAKU LEBIH DARI KERABATKU

Kamis, 28 Mai 2015





KACAMATAKU LEBIH DARI KERABATKU






kau adalah sebentuk perhiasanku ........
di penampang mukamu , ada lukisan diriku ........

tak sengaja , dijajaran etalase mewah
ku temukan dirimu , dalam keadaan tak tersentuh
bagai sekuntum melati putih merekah
ku terpesona , hingga kuberusaha , memilikimu utuh

meski ku tau ........
suaktu hari , kau beresiko untukku ........

milikimu , bagiku lebih dari sedarah
pandangan luasku selama ini , tiada berkeluh
saat kau terpakai , ada sedikit pandangan sudut berbeda arah
lalu ku usap perbedaan itu , hilangkan pengaruh

hmm ... begitu sayangku padamu ........
sampai keluh kesah banyak sahabat lain tentangmu ........
tak kugubris , tuk melepasmu........

dihari indah nan cerah
ada peristiwa , pelipis luka tersentuh
tinggalkan sedikit jejak lecet memerah
... tapi tak apa , sayangku lebih dari sekedar butuh

sudahlah ........ kamu tetaplah kamu ........
jadilah , seperti dirimu yang kau mau ........
... dan aku adalah aku ........
meski begitu ........ ku tetap menyayangimu .........
lebih dari yang kau tau ........

Surabaya 

Oleh : DEKY BUDI
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

SURAT CINTAKU UNTUK EMAK

Kamis, 28 Mai 2015





SURAT CINTAKU UNTUK EMAK





Emak,,
sekarang sawah ladang kita baru dipanen,
tapi tangan yang merumput bukan milikku,
dan sosok yang memikul pompa solo bukan anakmu,
hal itu aku tau dari penuturan pohon sirsak , pohon pisang
dan pohon jambu klutuk yang dulu banyak sekali buahnya...
katanya : setelah emak pergi, wajah wajah asing menggunduli mereka...
sirsak,jambu klutuk dan pisang kepok tak pernah ada lagi mateng dipohon,
katanya ; pohon sirsak tempatnya bersarang sudah ditebang habis,
pohon jambu klutuk yang kau tanam dan jaga laksana bayi sejak dari biji
sekarang telah musnah dijadikan kayu bakar sang penghuni,
katanya, galangan, bendungan dan sumur yang dulu kerap untuk aku mandi
sekarang sudah tak ada lagi, entah kemana raibnya, tak ada yang perduli
setelah panen usai, pohon padi tumbang, mengering dibumi
tanah kering kerontang pecah belah meratap garang
bumi pun menangis kerna terlalu sering disiram pupuk kimiawi,
satu lagi, pohon pinang dekat gubuk yang selalu berbuah lebat itu,
yang emak larang untuk diganggu,diusili sebab buahnya untuk nginang
bahkan untuk kupanjat sekalipun ,emak sudah ngomel tak henti
bekas akarnyapun kini tak ada lagi, tak ada yang mau bersaksi
jadi, kalau emak mau melihat sawah kita yang di serba jadi,
emak harus mengajak teman supaya jangan kehilangan jejak,
kerna semua tanda alam, identitas bumi yang emak hafal mati
kini tlah berganti tiang tiang besi, paku bumi
begitulah emak, sudah kusampaikan berita terpenting
seperti yang kerapkali emak pesankan lewat mimpiku,
oh iya, jangan emak tanya siapa yang menjadi tuan
atas tanah , sawah warisan pusaka leluhur sang Muham ,
kerna akupun tak diberi khabar tentang hal itu,
tidak terlalu penting bagi kakak dan adikku hal hal sepele itu,
apalagi sekarang, aku anakmu : sang matahari dari desa diski,
sudah tammat riwayat kejayaannya,
pangkat, jabatan dan pundi pundi dunia yang menyertainya,
aku tak punya, ya emak, sungguh aku tak punya...
tapi kami sekeluarga, sudah tak ingat untuk apa semua itu
karna setiap hari, Tuhan menggenapi janji NYA, dalam diri kami
seperti yang pernah emak ajarkan dulu, sepulang dari gereja
hari sudah dini hari, esok aku mau kerja lagi emak,
jadi kututup dulu suratku hingga disini,
tolong sampaikan salamku buat bapak,
coba tanya : kenapa tak pernah lagi menyambangi kami,
katanya bapak marah sama aku, ya, aku tak mengerti....
ya udah emak, nantikan kami menyusulmu sesuai takdir Illahi...


Oleh : Drs Mustahari Sembiring.
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Rabu, 27 Mei 2015

HARAPAN DAN IMPIANKU

Rabu, 27 Mai 2015





HARAPAN DAN IMPIANKU







Terasa teramat jauh harapan dan impiaan yang aku dambakan selama ini.......
terasa berat kakiku untuk melangkah namun kuselalu mencoba dan tetap berusaha untuk melangkahkan kakiku ini.........
biarpun jalan terjal dan kerikil bebatuan yang menghalangi namun semua itu tak pernah menjadi penghalang untukku......
berbagai cobaan datang silih berganti dalam hidupku dan aku akan selalu tetap tegar melaluinya.........
tak lupa aku selalu berdoa dan meminta agar senantiasa diberikan keikhlasan menghadapinya.......
dan aku berharap semoga aku selalu yakin akan ketulusan cinta dan kasih sayang yang ada.......
karna hanya engkaulah yang selalu aku harapkan

Ponorogo 

Oleh : Watimah Henia Sinfullpratama
Diposkan oleh : Teddy Silvanus


PASTI

Rabu, 27 Mai 2015





PASTI





entah esok,lusa atau kelak
kita tak mngkn terus bersama
aku yakin..kisah kita hanya sementara
seperti mendung sblm hujan


Oleh : PETROEK TOOBAT
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Selasa, 26 Mei 2015

TOLONG AKU

Selasa, 26 Mai 2015





TOLONG AKU







Tolong Aku
Karena Tersesat
Didalam Relung Hatimu...
Tolong Aku
Karena Terjerumus
Kelembah Kasih Sayangmu...
Tolong Aku
Karena Terperangkap
Didalam Cintamu Yang Tak Berujung...

Tanjungbalai,Sumatera Utara 

Oleh : JUANK HADAPI
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

BUNGA TERAKHIR

Selasa, 26 Mai 2015





BUNGA TERAKHIR






Ketika kulihat bunga ditaman
Ketika kusapa bunga nan indah
Yang siap menyambut mentari pagi
Dengan sentuhan kalbu peri

Bunga yang t’lah kupetik
Dan tak mungkin kucabik
Dengan tajamnya mata sembilu
Yang dapat menimbulkan pilu

Kuingin bungaku selalu..
Indah disetiap ruang
Kokoh diterpa angin
Dan diselimuti benang-benang kasih

Dengan setumpuk harapan
Naluriku berbisik..
Semoga bunga yang kupetik
Menjadi bunga terakhir
Yang s’lalu kumiliki

Medan,Sumatera Utara

Oleh : YOPI PRABUDI
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Senin, 25 Mei 2015

KAU DAN RASAKU

Senin, 25 Mai 2015





KAU DAN RASAKU





Kau hadir kembali dalam mimpiku malam ini
kau tebarkan rasa kerinduan dihatiku
dan aku tidak akan pernah memungkiri rasa yang ada dalam hatiku....
kau.........kau dan kau yang selalu bermain didalam angan2ku........
aku meminta kepadamu jngan pernah kau kembali pupuk rasa yang sudah mati.....
aku mengharap padamu jangan kau sirami benih2 kerinduan dihatiku.......
karna aku takut dengan semua rasa yang ada dalam hatiku........
aku takut rasaku semakin menjadi sedangkan kau hanya ilusi dimataku....
untuk apa aku peduli tentang pulau impian itu
untuk apa aku berharap sedangkan aku tau rasaku tak semestinya.......
kau seperti hantu yang membyangi setiap langkahku dan aku takut dengan rasa yang ada dalam hatiku.....
iyaaaaa rasa yang terlanjur mencintaimu........

Ponorogo 

Oleh : Watimah Henia Sinfullpratama
Diposkan oleh : Teddy Silvanus


RUNTUH NYA KARANG HATIKU

Senin, 25 Mai 2015





RUNTUH NYA KARANG HATIKU






Tetesan embun kasih yang menerpa karang hatiku
Perlahan kian tajam merobek sela dinding bathinku

kelakar jiwa yang bersembunyi dalam qolbuku
Memecahkan kerasnya hati berbalut batu

kasih dan sayang_Mu menyegarkan puingan hati yang layu
kembali bersinar indah terpancar di dalam benak

Senyum yang rapuh mulai tersunggingkan di sudut hati
Terngiang rindu yang mulai basahi qolbu

Sayup-sayup terdengar indah kata yang berbinar
Hiasi sanubari dengan gelita yang menyala riang

Hangatkan hati yang kian membeku dalam raga
Bangkitkan kembali segala rasa yang terkubur

Ganyaman rindu bertautan di dalam sisi jiwa
Merangkai nadi dalam helaan nafas kepedihan

Tarik rindu dalam asmara yang kian memudar
Tuk tampakkan dalam setiap denyutan jantungku

Memompa dalam setiap denyutan dalam nadi
Mengindahkan bekerjanya arterik di setiap syaraf

Senyawa cinta mulai membentuk molekul kasih
Tercipta satu struktur aneh dalam balutan atom sayang

Sketsa jiwa mulai tampakkan rona keindahan
Dalam kerasnya batu yang membalut hatiku yang lunak.

Cinta dan sayang_Mu tak mampu ku elakkan
Hingga mampu meruntuhkan karang hatiku.

Indramayu 

Oleh : UMMI FATRIMAH AZZAHRA
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Sabtu, 23 Mei 2015

MUJAHIDAH DARI BUMI JIHAD

Sabtu, 23 Mai 2015





MUJAHIDAH DARI BUMI JIHAD

Aku Wanita Mujahidah Sejati…
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah
Tak mungkin ku pilih dirimu.. .bila dunia lebih kau damba…
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia…
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku…
Bulat tekadku untuk menemanimu…
Aku Wanita mujahidah pilihan…
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad…
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an…
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad…
Andai tak siap bisa kau pilih…
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku…
terlebih keluh kesahku…
Tak mungkin aku memilihmu…
bila yang fana lebih kau cinta…
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota…
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana…
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu…
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu…
Meniti jalan panjang di medan jihad…
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah…
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang…
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu…
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu…
Aku wanita dari bumi Jihad…
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad…
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan…
tepiskan semua mimpi yang tak berarti…
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri…
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan…
Yang melepasku dengan selaksa do`a…
meraih syahid… tujuan utama…
Robbi… terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu…
Kuharapkan penolong dari hambaMu… menemani perjalanan ini.

Oleh : Penyair Tanpa Nama
Kiriman : Putra Kamdal
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

SYAIR-SYAIR JIHAD

Sabtu, 23 Mai 2015





SYAIR-SYAIR JIHAD

Apa untuk Jihad di Sana Ada yang Mencari Jalan ?
Bagi setiap musibah ada penghibur yang meringankannya
Tapi bagi yang menimpa Islam tiada penghiburnya
Sampai semua mihrob menangis padahal ia benda mati
Bahkan seluruh mimbar merintih sedangkan ia kayu jati
Seorang `Abid yang tunduk kepada Alloh lagi penuh kekhusyu`an
Sedang air mata dari kedua pipinya bercucuran
Kini masjid-masjid telah menjadi gereja di waktu maghrib
Tidak ada di dalamnya selain lonceng dan kayu salib
Itulah musibah melupakan apa yang telah lalu
Dan tidak mungkin lupa walau waktu telah lama berlalu…
Wahai para penunggang kuda yang kurus kelelahan
Seolah ia burung penyambar dalam bidang pacuan
Wahai para penyandang pedang India yang tajam
Seolah ia bara api di kegelapan malam yang kelam
Wahai orang-orang bercengkrama di belakang sungai karena gembira
Di negerinya mereka memiliki kejayaan dan kuasa…
Apa kalian telah mengetahui berita tentang Islam sekarang
Sungguh para pengendara telah berjalan dengan berita mereka
Sungguh banyak para tokoh meminta bantuan
Sedang mereka tawanan dan terbunuh
Namun tidak bergeming satupun manusia
Kenapa saling memutus dalam Islam di antara kalian
Sedang kalian wahai hamba-hamba Alloh adalah Saudara
Apa tidak ada jiwa-jiwa besar yang memiliki cita-cita
Apa terhadap kebaikan ini ada penolong dan pembela…
Hai orang-orang yang untuk membela suatu kaum telah terpecah banyak golongan
Yang karenanya mereka diserang kekafiran dan kedurjanaan
Kemarin mereka raja-raja di istana mereka
Sekarang dalam belenggu kekafiran mereka menjadi sahaya
Andai engkau melihat mereka bingung tiada penunjuk jalan
Berbagai pakaian kehinaan mereka telah rasakan
Andai engkau lihat tangisan mereka saat diperjual-belikan
Tentu engkau terperangah dan diliputi kepedihan…
Ya Robb, bayi dan sang ibu telah dipisahkan
Sebagaimana ruh telah dijauhkan dari badan
Sang puteri yang tak pernah dilihat matahari dengan terbuka
Seolah ia berlian dan batu permata
Kini digiring si bule sebagai budak seraya dihinakan
Matanya menangis dan hati penuh keheranan
Untuk seperti ini hati luluh karena kesedihan
Andai di hati ini ada Islam dan keimanan
Apa untuk Jihad disana ada yang mencari jalan…
Sungguh surga peristirahatan telah penuh dengan hiasan
Bidadari dan para pelayan telah menengok dari kamar-kamar
Mendapatkan kebaikan ini demi Alloh mereka para pendekar
Kemudian sholawat kepada Al-Mukhtar dari Alloh semoga di limpahkan
Sepanjang angin berhembus dan berguncang dahan pepohonan…

Oleh : Penyair Tanpa Nama
Kiriman : Putra Kamdal
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Jumat, 22 Mei 2015

Sekelumit Penjelasan Tentang Cerpen

Jum'at, 22 Mai 2015





Sekelumit Penjelasan Tentang Cerpen

Dalam pembelajaran sastra atau pemahaman karya sastra khususnya"cerpen" sangat penting untuk diketahui bahwa apa sebenarnya pengertian dari cerpen itu.Cerpen adalah perpanjangan kata dari "cerita pendek" yang panjangnya berkisar 2 halaman atau 20 halaman lebih dan ini tergantung pada penulisnya.Jumlah kata dalam penulisan cerpen berkisar kurang lebih 800 kata sampai 8000 kata kurang lebih .Dalam hal ini,penulis juga mengutip beberapa pandangan tentang pengertian cerpen, yaitu :

" Apakah cerpen itu? Cerpen merupakan kependekan dari kata cerita pendek. Sedangkan definisi cerita pendek (cerpen) adalah suatu cerita fiksi yang alur ceritanya dapat dipahami oleh pembaca dalam waktu relatif singkat sehingga pembaca tidak perlu membutuhkan waktu berjam-jam atau berhari-hari untuk mengetahui akhir dari cerita tersebut.

Karena singkatnya cerita yang ditulis, maka cerpen memiliki kelemahan utama yaitu semua persoalan, kejadian, atau konflik yang timbul dalam cerita tersebut belum terungkap secara mendetail.

Berapakah jumlah halaman cerpen yang harus dibuat? Sampai saat ini belum ada ketentuan baku mengenai ketentuan panjang atau pendeknya sebuah cerpen. Namun umumnya, jumlah halaman sebuah cerpen minimal 2 halaman dan maksimal 20 halaman.

Apakah masalah yang menjadi topik cerita pada sebuah cerpen adalah cerita yang ringan saja? Sebenarnya menulis cerpen sama dengan menulis novel. Jadi tema cerita yang diangkat boleh saja merupakan cerita yang sederhana atau pun sangat rumit/kompleks. Namun segala hal yang diceritakan dalam cerpen sulit terungkap secara mendalam karena ceritanya sudah diakhiri dengan cepat.

Meskipun isi cerpen tidak sedalam novel, tetapi nilai keindahan dalam sebuah cerpen tetaplah ada, tak berkurang sedikit pun. Itulah sebabnya, cerpen-cerpen yang bagus dan berkualitas dapat digolongkan dalam karya sastra.

Oleh sebab itu, mulai sekarang, tidak ada salahnya bukan jika Anda serius dan bersungguh-sungguh untuk menyelasaikan sebuah cerpen secara utuh? Kuncinya adalah disiplin, semangat yang kuat, dan tidak mudah menyerah."(Google)

Selamat mencoba. Semoga Anda berhasil menjadi seorang cerpenis. (Admin SB)

Oleh : Siamir Marulafau
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Cerpen : NAMAKU HENDY

Jum'at, 22 Mai 2015





NAMAKU HENDY

Alur" bumi berantakan, savana mulai kering dan direbahkan angin puting alam
sabunku sudah tak mewangi, jarum jam menunjukkan sudah setengah abad, alas kaki bumi membenamkanku tertusuk duri duri dustanya keluhuran.hutan mulai cudas dan terkena penyakit abon abon, berantakan begitu saja, Pohon sisa ranting berkecak angkat Tangan menghadap Ilahi. saban hari dihitung, puluhan juta keluar dengan menawarkan suguhan anggur anggur bagi pemabuk Cinta Dunia. sapu tangan digemggamkannya, untuk dihapuskan ke air mata Ibunya.

"namaku Hendy, yang sudah berpasrah, yang hendak melawan takdir,
sejujur manusia yang ebrsurban saja takut dengan kematian, dan memprotes TuhanNya. tanpa aling eling, kutancapkan pisau ini kenadi nadiku saja, biar darah tertumpah pedih, sepedih Ibuku melihat Cinta yang tergeletak miris. sudah kepalang basah, hendy menawarkan kesumatnya kepada alam, subuh dia terdiam, angin menampar kulitnya yang hitam legam. Ayahnya memacu deru deru keringat sebagian waktunya kerja apa saja.

anggaplah kita sudah selesai kawan. aku menjagamu selama ini, justru kemudian kita akan berpisah,. apa boleh buat, biarlah kuredam duka ini. sebab kaulah satu satunya yang bisa kupercaya disini, ditempat kita yang dulu, hinggap beberapa kekuatan karya dan kebersamaan, diantara bekas bekas puntung rokokmu, dan jarum jarum waktu yang terlena melihat kita. ajaklah yang lain,,,dan jangan lagi menoleh kearahku disini, sebelum kau beranjak keluar dari pintu itu,,"hening, seketika,,,Hen, aku juga tidaklah berharap jika ini terjadi. namun sebisa mungkin kita tidak saling bersedih, dan membuatku lebih berarti jika ini adalah kehendak. "yah,,yah,,,terbata mencoba tegar, pergilah, sementara aku tak ingin kau berlama lama disini,"hendy menahan sesuatu dihatinya yang sesak, hendy mulai merasakan kesedihan yang dalam, setua dunia yang berhamburan mengasingkannya kembali sebagai bagian dari kehidupan mereka berdua, saling melengkapi, dan saling menjaga selama ini. "saya tidak akan melupkan itu, tapi apakah juga kau tahu perasaan yang membebaniku? justru akulah yang amat bersedih hen, kau tahu, aku disini karena kau, aku ada mengendap bagai anak kecil dulu, lalu kau plototi dan menegurku dengan mata, dan gerak tubuhmu, lalu kau mencoba menegurku seiring ekor matamu yang kuat mencuri perhatianku, mengganggu sensitifitasku, mengusik tanyaku,,apa kau tahu saat itu apa yang ku alami? lama aku mencoba memahamimu hen, namun karena aku terlanjur dengan sesatnya perjalananku saat aku pernah kabur dari rumah, hanya karena aku butuh perhatian, lalu aku berlari mencari sesuatu untuk bisa mengurai protesku terhadap risaunya kejiwaanku yang pangling, dan kabur kemana mana,?.....hendy menekuk lututnya diatas ranjangnya, tidak ingin ini terjadi, seperti juga kau hen,,yang dulu lembut, tiba tiba menjadi tempramen, yang dulu penyayang, tiba tiba juga berangsur menjadi kebencian,,,,saya malah justru masih disini,,,dan tak ingin mengindahkan apa kata Boss, pimpinan kita yang rakus dan tidak apresiatif terhadap kerja kerja kita disini. hanya karena kau hen,,! kau yang kuutamakan sebagai sahabat dan apapun namanya, lalu kau mencoba tidak sedikitpun tegas untuk menahanku," sofyan protes, terhadap sikap Hendy yang akhir akhir ini, mulai tak jelas, entah apa gerangan,,,Hen,,jangan ajdi pengecut begitu,,jika kau masih mengingkanku ebrsamamu, sekarang balas suratnya, atu mengirimkan email balasan, sambil menaruh tasnya membuka satu kotak Hitam, (laptop),," hendy hanya mendongak, menatap langit langit ruangan itu duduknya diperbaiki, dengan kedua tangannya menempel dibibir ranjangnya sedari tadi dia menuai bathin. " ayoo hen,,kenapa kau begitu pengecut, dan penakut," ,,diam, hendy mencoba menyelanya,,sudah,,," apa kamu juga mau menjadi bulan bulanan cacian boss, jika karena aku tidak mampu menyelesaikan Tugas yang di serahkan kesaya, untuk menyelesaikannya,,,saya bingung An,,(sofyan), saya butuh kamu dengan segenap dan kehendak hatiku yang berlawanan dan bertengtangan dengan bathinku, aku bukan tidak mampu, aku hanya mau kau tidak selalu berpatokan pada apa yang ada disini, dan selalu berlindung disisiku, aku mau kau juga bisa dan mampu dengan sendiri. meski aku akan merasakan kehilangan seorang kawan yang begitu baik sepertimu. masukkan kembali di tasmu, aku tidak akanmenjawab balasan email itu, hanya karena kau tidak juga ingin berubah untuk lebih mandiri,"dan satu hal, aku amsih hendy yang dulu, dengan mendekatkan kearah sofyan yang berdiri diantara dua sisi kursi. aku dituduh berselingkuh dengan pegawai bank disuatau hari, aku difitnah dengan hal hal tak mendasar, bahwa aku,,,,aku,aaaaku,"hendy terbatah batah,,dan mencoba tidak untuk mengatakannnya.,,aku malah lebih memilih diam, dan tidak ingin mengusik diriku sendiri yang masih tak mampu kujaga, dan tak mampu untuk kuhindari tengtang penilaian orang orang,,,hen" kau sahabatku, kenapa jsutru selama ini kita bersama, lalu kau menutupi sesuatu dariku," kau mencoba mau menghindar dariku hen,,? dan merelakan kepergianku ebgitu saja? iya kan?,,,sofyan tersinggung, dan merasa tiada lagi seorang hendy yang selalu terbuka tengtang perihal apa saja.,aku sadar hen,,aku tahu,,aku paham, suaranya mulai naik, dan menegaskan kekekcawaannya,,karena kehadiran Ketty kan? yang kau juga mulai memulainya dengan selalu menegurnya, selalu mencarinya dengan matamu yang bisa kubaca,,apa kau pikir aku tidak tahu? bahkan anak anak yang lain justru protes, dan tidak suka dengan caramu mmeberikan perhatian yang labih kepadanya," aku lama bersabar hen,,atas perbincangan mereka kamu dengan ketty, aku juga tidak suka mereka memperbincangkanmu, dengan caranya menurutku benar, sebab kamu mulai jatuh Cinta kepada ketty yang baru memulai belajar dan kadang datang terlambat,,apa karena dia cantik? apa karena dia seksi,? berparas bagai pragwan dan model, lalu kau pangling dengan yang lain,,lalu kau dibunuh oleh kemolekannya? kau pengecut hen,,,,sssrrr,,,,,,sejenak diam, seiring angin menembus jendela memainkan tirai, seperti emreka saling memainkan pragmen yang mulai meletakkan konflik yang begitu menggairahkan..sudah..apa kau sudah selesai An?(sofyan). kau pikir aku juga merasakan apa yang kalian pikirkan? aku hanya mencoba menegmbalikan kejiwaanku untuk belajar jatuh Cinta, dimana kamu tidak tahu bagaimana perasaan membunuh kelenjar kelenjar syarafku untuk perempuan,,yang dulu pernah mengecawakanku,,saat cinta mulai memendar, saat Cinta mulai disanjung, seperti bunga dipuja mekar dan wanginya. begitu erat, begitu kuat memaksaku untuk menerobos misterinya, dan ketika aku masuk, bagai mimpi, bagai tak pernah merelakan semua terjadi, lalu aku mulai terjerumus dalam kisah Cinta, begitu agung, agung sepurnama Bulan, begitu halus, begitu menegangkan,,dan kemudian, kami membuat kesepekatan, untuk takkan melebihi Cinta yang lain selain Cinta kami. selalu ada dia, dia dan dia disetiap helai nafas, setiap detik,waktu berlalu saja, akutak ingin dipisah, bahkan selalu ingin bersamanya. lalu purnama mulai hilang, petaka Cinta itu hadir, hanya karena aku tak mampu memberinya kebiasaan kebiasaan, seperti saat kujaga setiap malam, sambil mengendap masuk dijendela kamarnya, dan kami lakukan hal hal yang tabuh, disaksikan bulan yang cemburu juga. sepatutnya aku harus menghentikan kala itu, namun aku juga menikmati permainan sakral itu. hingga suatu hari aku pergi dengan subuh yang masih dingin, sat kami puas dengan malam malam, puas dengan memandanginya, mengecupnya, menempelkan tubuhku yang saling menghagatkan, mnejaring bulan ikut cemburu dan ingin kebumi menyaksikan kami. sampai suatau hari dia mulai semakin tak terkendali,,aku menolak hubungan sakral yang berdosa itu,,,dia memaksaku, dan membawa kepuncak kenikmatannya, aku hilang kendali, yang justru aku mulai jenuh dan mencoba mengajaknya untuk tidak melakukan hubungan itu lagi, dia marah dan menuduhku bahwa aku punya cinta lain,,,,pertengkaran kamipun tak mampu dibendung, dan amarah, memuncah, saling menyalahkan, saling memeprtahankan pendapat masing masing,,sisi lain dia benar,,namun aku lebih bertahan pada Cinta yang kuharapkan bukan sebatas menikmati kelenjar kelenjar dan hangatnya kecupan itu,,dan pada malam itu, dingin menembus pori dan tulang tulang,,suhunya begitu dingin, pertengkaran itulah yang memisahkan kami, dan dia meninggalkanku pada Cinta yang kucari darinya, dia meninggalkanku, dan menuliskan surat pada lembaran merah bercair tinta tinta kebenciannya kepadaku,,yang sampai sekarang masih tersimpan rapi, dan utuh dengan lipatannya. rintik dihalaman tak terasa memercik dikaki kaki bunga palem, seketika malampun mendekap mereka yang diam, dan luruholeh amarah


(maaf bila ada rasa, kesamaan, dan situasi yang menyirat ketersinggungan, namun jauh lebih baik, jika bisa merasakannya dan merubahnya tanpa mengadopsi anak anak dendam, dan menciotakan resistensi,,)

hendy kecewa, protes dengan keadaan, orang orang didekatnya-pun hendy tidak tanggung tanggung, "percuma kalian berseronok mewah, percuma kalian bicara keadilan, dan persoalan ideologi, sementara kalian masih mengabari pecundang dan bergaul dengan manusia munafik, aku benci itu, aku bukanlah sesuatu orang kebanyakan, aku hanya pekerja sampingan, yang ingin melintas batas batas ke egoanku, agar juga turut belajar dan merasakan, bagaimana orang bertanggung jawab,,dan bisa diamanahi." makin kesal, hendy menuai kembali air hujan ditangannya, sambil menggaris keningnya yang kering, mencoba untuk duduk,"hendy mengajari dirinya untuk menjadi penyabar, dan toleran, serta menjadikan kritiknya dan protesnya bukan basa basi, atau mencari nama, sambil mencuri cela cela kesempatan, seperti lagi orang orang kebanyakan lainnya, bicara soal kesejahteraan, namun makin menganulir soalan pelik, perut, dan mau gengsi namanya dilukis bahkan, bukan sekedar dituliskan.

hendy juga tahu gerak mata pembaca tulisan ini,serta lebih jauh pada jiwa dan kebathinan mereka, pas dihidung dan mata saja, bibirnya mengelus manis kalaimat, membaca kitab kitab Tuhan mala, namun jauh diantara kepingan hatinya, belum sejalur, ada syirik, ada kejujuran yang tak murni, dan terjebak pada situasi yang jujur pula. matanya pasih, bibirnya comeng cemong, lidahnya mengingkan kalimat, namun kalah oleh gelora emosinya secara subyektif. apakah hendy pernah merasakan keuntungan dalam melestarikan peradabannya, Tidak atau ya? Hendy beranjak kebali, ditimpali oleh temannya, Hen" kau menuduh pereronagan jika begini, sudah,, cukup kita lanjutkan latihan ini. agar ade ade kita bisa membaca dan menggerakkan lebih apik lagi, sesuaikan alur dan tidak merubah substansinya" hendy menyela ungkapan sofyan. saya ini memulai dengan cara saya belajar, dari mereka,,,,tahu?! kamu masih hidup seribu tahun lagi,,sementara mereka? sejuta tahun mengencingi dirinya sendiri yang seolah olah berbicara kemuliaan, dan ketalaudanan, segudang referensi tengtang filsafat hidup, namun bejat juga penelusuran serta penyesuaiannya,,," tapi hen:" setidaknya kita telaha da dijalur ini, dipilihan hidup ini,,Apa? Apa kau bilang?" pilihan,,,kita ini orang orang yang kesasar, kita ini dijerumuskan, kita ini bukan pilihan, dan memilih hidup, tapi kita karena kerelaan, dan mencoba menarik benag merah peradaban ini, agar bisa keluar dari benalu-benalu sengketa modernisasi. mereka ada kerena dia adalah kemunafikan, tahu"? mereka itu slogan slogan yang hanya berdalih disisi sayap sayap elang, yang mencengkram, dan menawan mangsanya. lalu seolah olah kecerdasan dan kebenran mutlak miliknya,,kita tidak terhitung,kau tahu,,? apa kau sadar? kita ini tidak lebih hanya melengkapi penderitaan mereka, diatas mega mega ketokohan dan kepiawaian mereka, beradu simpul simpul, kita hanya menunggu riuh tepukan, mereka membawa perwatakan, lalu menyongsong kedaulatan yang tidak menyesuaikan keinginan yang sama. karena mereka tak pandai merasa diri."Red,,,,,iya,,,aku justru memilih kamu hen, sebab aku merasakan kedekatan kita,selama dua belas tahun, kita tertatih, membangun kejujuran dan idealisme kita, kau tahu hen,,saat kau dicekal dan dituduh mangkir dari argonsimu, yang dianggap berlebihan saat kau mencermati fenomena alam, dan saat gentingnya peradaban, lalu kita dituduh masih kanak kanak, kita di fitnah dengan mengikuti selera pesohor? hen" aku tahu, aku sadar, aku sangat paham.....mereka sama sam terdiam, dibalik tirai, suguhan lilin, mencari tahu bayangan mereka masing masing,,,,,mereka sungguh pecundang.,,,,bersambung


Oleh : Dion Syaif Saen
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Kamis, 21 Mei 2015

Cerpen : TULANG RUSUK PEREMPUAN TAK PERNAH BERTUKAR

Kamis, 21 Mai 2015







TULANG RUSUK PEREMPUAN TAK PERNAH BERTUKAR

Di sebuah institusi pendidikan Swasta, ada seorang teman Joni yang sangat akrab dengan aku di kala melanjutkan studiku di salah satu lembaga pendidikan di kota Medan. Nampaknya, teman Joni itu sangat ambisi dalam studi sehingga dia mendapat predikat yang sangat bagus dalam studinya.Pada suatu hari,aku bertanya pada Nasrul,"Berapa lama kamu tinggal di kota ini?"Nasrul menjawab,"Saya sudah lama tinggal di sini sekitar lebih kurang 5 tahun lamanya, dan aku tinggal di rumah nenek ,dan sudah tiada lagi, meninggal setahun yang silam."

"Oh,begitu.Jadi, orang tuanya masih hidup?"
"Kedua orang tuaku masih hidup,Bapaku bekerja di sebuah instansi
sedangkan Ibuku bekerja sebagai ibu rumah tangga.Aku punya dua orang
saudara yang sedang kuliah di salah satu perguruan Swasta bernama Rizky
Endang Sugiarti dan yang paling bungsu namanya Edi,sedang studi di SMU
Negeri 2 Medan"."Memang keluarga sakinah mawaddah warrahmah",Aku katakan pada Nasrul, berarti kedua orang tuamu berhasil membina kalian semua.Kita lihat pada masa sekarang agaknya banyak orang tua gagal dalam mebina rumah tangga,dan aku pun selalu bertanya-tanya, mengapa demikian?

Nasrul yang sedang memegang pulpen menulis puisi berkata,"Ada-ada saja pertanyaan kamu ini, Azmir, berhasilnya orang tua atau tidaknya dalam membina rumah tangga kan tergantung pada pribadi orang tua.Kalau memang orang tuanya tahu tuanya dan berpendidikan mendidik anak, iya jelas donk orang tua itu akan berhasil membina keluarganya, iya toh"?

"Betul sekali Nasrul, apa yang kamu katakan tepat dan aku pun berpikir demikian karena keberhasilan orang tua itu tergantung pada bagaimana mereka mengayomi dan mengarahkan anak-anak mereka ke jalan yang benar, karena apabila salah semua akan tertumpah pada mereka,iakan"?

Menjelang bulan Ramadan, semua institusi diliburkan dan temanku,Nasrul juga hendak mau balik ke kampung halamannya yang agak jauh dari kota Medan.Selama berada di kampung Nasrul sangat taat beribadah dan semua orang kampung itu sangat senang kepadanya,dan apalagi Nasrul seorang Qori Nasional terbaik di tingkat Universitas di Indonesia.Iya jelas banyak perempuan yang senang kepadanya.

Sekitar pertengahan bulan Ramadan, aku menelpon Nasrul dan bertanya padanya,"Rul, kapan bailik ke Medan"?Dia menjawab, "Aku ke Medan setelah lebaran bersama adiku Endang karena Endang mau melanjutkan studinya di Fakultas Sastra Inggris,UISU Medan, dan kemungkinan smester depan adiku ini sudah tamat dan diwisuda akhir tahun ini."

"Oh, begitu, Rul.Aku pikir kamu cepat balik ke Medan karena pada akhir bulan Ramdan ini, ada acara haflah Al Quran diadakan di Mesjid Agung Medan, dan aku telah mendaftarkan kamu untuk ikut peserta pada kegiatan itu, tidak apa-apa kan,Rul"?Mendengar cakapku ini, Nasrul juga senang dan mengatakan padaku,iya"Daftarkan sajalah, aku akan segera ke Medan, tak usah khwatir, demi teman"

Tepat tanggal 28072013,Nasrul datang ke Medan bersama adik kandungnya dan segera menjumpaiku di tempat kosku yang lama tak begitu jauh dari kampusku, dan alangkah terkejutnya aku di saat Nasrul mengetuk pintu kamarku datang bersama Endang dan seorang perempuan yang cantik, rupanya teman baik Endang.Erni salah seorang prempuan yang baik budi dan hatinya lembut selembut salju disamping ramah pada setiap orang.Sehingga banyak kaum lelaki yang menggaitnya tapi dia tak mau karena dia sangat senang pada abangnya si Endang.Pikirku, Nasrul punya adik perempuan lagi selain Endang tapi penglihatanku salah.Mereka sudah menjalin hubungan asmara sejak duduk di bangku SMU beberapa tahun yang silam.Nasrul juga sangat mencintainya, di mana mereka macam pinang dibelah dua dan tak bisa dipisahkan.Aku berkata dalam hatiku,"Mengapa ga kayak gini pacarku?"Aku murung sejenak karena mengingat nasib dunia sudah menjadi bubur dan sukar menjadi nasi kembali.

Tapi menjelang enam bulan kemudian,aku mendapat kabar baik dari keluarga Nasrul bahwa keluarga Erni sangat setuju bila pernikahan mereka di laksanakan pada bulan Desember tahun depan dan mereka pun tak lupa mengundangku untuk datang ke sana.Aku pun tak menolaknya karena dia juga sahabatku yang baik. Di saat pernikahan mereka aku juga bilang pada Nasrul bahwa kamu harus benar-benar serius berumah tangga sambil kuliah di S2 karena perempuan pada masa sekarang ini sangat berbeda karakternya dengan perempuan pada masa dahulu, iya kalau tak percaya omonganku ini, boleh bertanya pada orang tua.Nampaknya, Nasrul juga tertarik dengan cakapku dan berkata padaku :

"Betul kah itu"?Apakah memang semua perempuan punya karakter seperti
itu?"
Aku jawab,"Apa yang kukatakan benar,Rul".Karena kalau sudah menikah,
istri itu sudah menjadi sebahagian tulang rusuk kita dan sukar untuk
dipertukarkan.Jodoh itu adalah semuanya ditangan Illahi dan Allahlah yang
menentukan siapa yang pantas jadi istri kita.Makanya pernikahan itu harus
benar-benar dan tak boleh tak bertanggungjawab.

Hematku,Nasrul tidak perlu bimbang karena perempuan yang akan kau persunting itu berasal dari keluarga yang baik-baik,iya bukan?Mereka sangat ternama di kampung itu, kan?Ini semua aku dengar pada tetanggamu di waktu aku berkujung ke tempat kalian setahun yang lalu,masih ingat atau tidak?

Nasrul sangat terkesima mendengar cakapku dan langsung menyalamiku.Aku sangat salut dengan kamu,Azmir.Kamu adalah teman baikku, dan memang apa yang kamu katakan padaku semua benar dan juga hal seperti ini sangat terpikir olehku.Soalnya, aku harus menikahi Erni karena dia seorang anak yang baik di keluarganya dan pantas menjadi istriku, iakan?Itukan tergantung pada yang punya badan,kataku pada Nasrul.Ingat, Rul perempuan itu berbeda-beda tingkah dan kelakuannya tapi yang paling penting adalah karakternya,bukan soal cantiknya.Memang calon istri kamu sangat cantik, cantiknya macam bintang film Boliwood, India.Aku pun salut melihat kamu, kok sampai bisa dapat kamu secantik itu, ya Rul?Apakah kamu punya ilmu pelet?Apalagi Erni itu berasal dari keluarga yang kaya tapi kaya hati pada semua orang.Mengapa aku tahu ini semua,Rul?Aku kan seorang yang suka meneliti kasus,dan apalagi kamu temanku dan tak suka bila kamu menikah dengan perempuan yang tak beres.Maksudnya statusnya tak beres dan keluarganya juga keluarga yang tak terpandang di masyarakat. Itulah yang paling penting,Rul,status keluarga karena ingat apa yag selalu dibilang orang"Kalau pohonnya bagus, maka buahnya juga akan bagus, iaya kan Rul?"Betul atau tidak?"

Nampaknya, Nasrul juga sebagai teman tak bosan mendengar ocehanku walaupun kusampaikan dengan nada yang agak nyaring memekakan kuping tapi Nasrul senang menerimanya dan dia juga sangat berterimakasih atas saranku sebelum dia masuk di ambang pintu pernikahan tahun depan.

"Terimakasih, makasih ,,,,Azmir.Memang kamu teman baikku.Aku sudah tahu sifatmu, dan tak akan membiarkan seorang teman hanyut ke hamparan lautan yang tak berpilar.Maksudnya kamu tak suka bila teman hancur hanya disebabkan perempuan karena perkawinan itu seharus sekali saja dan itulah yang paling baik,aku pikir Azmir, iakan"?Istri itu kan tulang rusuk kita yang hilang dan sebadan dengan kita, dan tidak bisa dipertukarkan.

Menjelang pertengahan bulan Desember tahun berikutnya,aku pun datang ke pesta perkawinan temanku,Nasrul di mana pergelaran adat istiadat Minang sangat menarik perhatianku karena sebelum mempelai laki-laki memasuki rumah perempuan yang dipersunting terlebih dahulu disambut dengan adat istiadat berupa tari piring yang sangat mengharukan hati.Aku pun sangat tertegun melihat situasi demikian betapa indahnya tarian-tarian yang disuguhkan pada masa itu.Apalagi keluarga perempuan ini sangat terhormat dan terpandang di kampung itu sehingga pesta perkawinan temanku itu berlangsung dua hari dua malam dan aku betul-betul sangat senang melihat temanku,Nasrul bahagia.

Bukan itu saja membuat hatiku senang sebagai teman Nasrul tapi sifat dan karakter keluarga mempelai perempuan sangat sopan dan ramah, menghargai pendapat orang lain dan sebagai buktinya, Endang Sugiarti juga berperan dalam membaca puisinya dengan penuh khidmah membuat bulu kudu semua orang naik ke langit yang ke 7 begitu indahnya bacaan puisi bermakna pada tema perkawinan ditulisnya beberapa bulan sebelum pernikahan Abangnya berlangsung.Aku juga salut melihat Endang pada masa itu, karena dia seorang penyair kenamaan di kota Medan.

"Mendengar kataku itu, Nasrul jadi terharu pada apa yang aku katakan, dan kukatakan padanya bahwa aku bukan memuji sebenarnya tapi kenyataan untuk apa kita bialng seperti itu kalau sesuatu yang kita katakan itu tak benar, iakan ,Rul?

"Betul sekali,Azmir.Terimaksih atas atensi Saudara"
"Iya, apa yang kutakan benar, aku kan tak bercakap yang tidak-tidak,
kenyataan,donk."

"Memang betul itu,Azmir,,,,,,,teringatnya?

"Kapan Azmir menamatkan studinya"?
"Aku kan tak kuliah lagi Nasrul"
"Mengapa ?"Kan lebih baik kalau kamu melanjutkan ke S3?
"Aku pikir sudah,Rul sampai S2 saja karena usiaku termakan senja dan
lagipula aku sangat sibuk mengajar setiap harinya dan tak punya waktu
untuk itu, iakan?"

"Oh, begitu, itu kan tergantung pada kamu sih, Azmir tapi hematku kamu lebih baik kuliah S3 karena sangat penting untuk kemajuan pembelajaran di Universitas, iakan"?

"Betul! Betul! sekali.Sepakat tapi aku tak punya waktu lagi dan apalagi biayanya sangat mahal.kalau memang ada program riset untuk S3 di Malaysia, iya aku akan ikut program itu tapi memang ada tapi biayanya sekarang,Rul."

"Biar kamu tahu Azmir,setelah calon istriku tamat di S2 jurusan linguistik di Universitas Kebangsaan Malaysia, aku akan menyarankan dia supaya melanjutkannya ke S3 dan begitu juga adikku Endang Sugiarti supaya dia harus menyambung kuliahnya ke S2 jurusan sastra Inggris di India.Aku yakin Endang dapat menyelesaikan studinya dalam waktu yang singkat karena dia seorang anak yang pintar dan pandai berbahasa Inggris dan apalagi seorang penyair, iyakan"?

Aku setuju pendapatmu Nasrul karena Endang itu kan mantan mahasiswiku di Fakultas Sastra UISU beberapa tahun yang lalu dan dia juga pintar dan sangat gigih berjuang demi kesuksesan dalam pendidikan, iya toh?

Nampaknya, sudah menunjukkan pukul 12.00 wib, seharusnya kita berhenti dulu karena kebetulan hari ini hari Jum'at dan aku sholat Jumat ke Mesjid Taqwa, apakah tak ikut kamu,Rul?
"Iya, jelas donk, mari kita sama-sama ke mesjid dan sholat bersama, ayuk!

Oleh : Siamir Marulafau
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Cerpen: MENGAPA BAPAKKU GAGAL?

Kamis, 21 Mai 2015





MENGAPA BAPAKKU GAGAL?


Di saat langit mendung , aku dan temanku Syukur singgah di sebuah kantin terdekat dan tak berapa jauh dari kampus kami di Jln. Uinversitas,19.Aku berkata sama Syukur " Kita lebih baik berhenti sebentar sambil ngopi,kur.Hujan sudah mau turun dan aku takut tak bisa kita sampai ke kampus karena tak ada payung."

"Oh,betul juga" Kata sukur
"tengoklah,langitnya sudah mendung".Sebentar lagi hujan deras.
"Jadi kalau begitu, kita lebih baik berteduh di kantin itu, sambil ngopi dan kebetulan sekali Kur,ada yang mau kutanya sama kamu".

"Syukur jadi terheran-heran dan merasa kaget dengan omonganku itu dan seolah-olah dia ketakutan,dan dia kelihatannya gugup dan tak bisa ngomong lagi".Aku pun jadi tak enak karena aku seolah-olah memaksa dia ngomong".Tapi namun demikian, aku juga membujuk dia supaya semangatnya pulih kembali, betul pula itu dalam pikirku.

Setelah kami masuk ke kantin itu dan memesan dua gelas kopi panas dan mulailah aku cerita pada Syukur dan sambil menanyakan dia apa yang ada dalam benakku.Syukur, rupanya sangat tanggap dengan niatku bertanya kepadanya bahwa dia tak bisa ngelak dan aku bilang,Syukur,"Apakah benar ayahmu bekerja di kantor Depatemen Keuangan,Kur?"

"Oh, ya, memang Bapakku kerja di sana tapi kemungkinan akan pensiun pada akhir tahun ini.Kami tidak tahu apa yang kami buat bila Bapak kami pensiun nanti".
Kur, kita harus percaya hawa Tuhan itu maha besar adil dan penyayang.Tuhan tak akan membuat hambanya sengsara terus menerus dan Tuhan maha penyayang, iakan?

"Betul, Din. Tapi aku kan belum menyelesaikan studiku sementara Bapakku pensiun." Alah, gampang semua itu kau kan bisa kerja sambil kuliah.

terus terang ya, Din selama ini Bapakku kerja di kantor Dep. keuangan tapi bapakku tak pernah menyeleweng.Maksudnya, mengkorupsi uang negara dan baru-baru ini Bapakku dicalonkan menjadi Caleg 2014-2019.Dia memang saja mau tapi tak mau berusaha untuk menduduki jabatan Calon Legislatif.Bapakku jujur benar dan tidak mau neko-neko, dan katanya pada kami,"Walaupun aku sudah dicalonkan menjadi Caleg 2014-2019 tapi aku tak ambisi.Kalau memang menang ya, menanglah,kalau tidak menang, ya sudah. Aku tidak mau bersifat money politic karena kalau sudah kayak begitu,kita tak bakal tentram untuk bekerja dan apalagi dinasnya bekerja dibahagian legislatif."

"Pikirku, ya betul juga bapakku,tapi namun demikian sebagai anak Sulung,aku
juga memihak pada prinsip Bapakku karena dia sangat jujur dan tidak mau menyuap dan memakan suap karena itu sangat pantang dalam ajaran islam".

"Oh, jujur sekali Bapakmu,Kur.Sulit sekali mendapatkan orang seperti itu sekarang.Bisa dikatakan 1000 satu dan itu pun kalau ada orang macam kayak gitu."

"Iya , memang orangnya sederhana dan tidak suka macam-macam".Kemungkinan Bapakku bekerja di kantor keuangan selama lebih kurang 20 tahun lamanya dan tidak pernah terlibat dalam masalah keuangan baik di dalam
pekerjaanya maupun di luar tugasnya".Makanya Bapakku sangat dipercayai oleh atasannya.

"Kur,ingat bahwa orang jujur selalu terbujur dan sampai-sampai dia pun."

"Din, setiap orang berbeda prinsipnya dan memiliki karakter yang berbeda-beda pula, betul atau tidak?

"Ya, benar.Tapi alangkah baiknya, Bapakmu memberikan kesempatan padamu untuk bekerja di kantor itu. Maksudku ya, kalau Bapakmu sudah pensiun,jadi kamulah penggantinya."

"Wah!, Tidak mungkin,Din.Itu namanya KKN,mentang-mentang Bapakku sebagai kepala tata usaha di kantor itu,aku harus diangkat menjadi salah seorang staf.Itu kan tidak mungkin.Kita harus melamar dan memenuhi beberapa persyaratan-persyaratan menjadi PNS sebagaimana lazimnya, iakan?"

"Betul, aku sepakat kalau begitu.masuk menjadi pegawai PNS bukanlah suatu hal yang gampang, tapi entah bagaimana pula ya, kok yang lainnya gampang masuk dan bekerja sebagai PNS."Jangan kamu merasa yang tidak-tidak dan salah paham,Din.Mengenai masuknya seseorang untuk menjadi pegawai PNS telah kupelajari semua karena sedikitnya Bapakku bercerita kepadaku tentang itu semua.
Baguslah kalau begitu, Kur berarti kamu sudah mengerti semua.Tapi aku tak mengerti semua itu karena Bapakku,Kur adalah seorang petani dan bukan bekerja sebagai PNS,sedangkan Ibuku tak bekerja dan hanya sebagai Ibu rumah tangga.
Kur, sampai sini ajalah dulu kita berbincang kebetulan kami masuk jam 9.30.Bapak dosen yang mengajar mata kuliah Kritik Sastra datang dan salah seorang temanku memanggil melalui selulerku.Selamat tinggal ya, sampai jumpa lagi.

Oleh : Siamir Marulafau
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Selasa, 19 Mei 2015

BINTANG KU, SAHABATKU

Selasa, 19 Mai 2015





BINTANG KU, SAHABATKU






aku punya banyak bintang...
berkedap-kedip cemerlang...
bercanda tawa riang...
hatipun terasa senang...

bintang malam diatas sana...
hanya bisa dipandang saja...
bintang yang ku punya...
malam ada, siang juga...

bintang- bintang itu..
adalah sahabat-sahabat baik ku...
yang setia kedipkan mata menggoda...
agar duka berganti gembira...
agar tangis menjadi tertawa...
agar lemas menjadi kuat...
agar lemah jadi semangat...
itulah artinya punya sahabat...
yang baik dan hebat...
selalu hadir pada setiap saat..
yang tepat...
tanpa diminta...
tanpa imbal jasa...
tulus ikhlas berbagi...
itulah makna sahabat sejati...

untuk semua bintangku...

Oleh : CYang Uthy Fatimah 
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

UNTUKMU

Selasa, 19 Mai 2015





UNTUKMU






Ketika aku memilih menyayangimu
Maka aku ingin menjadi nafas yang menghidupkanmu

Ijinkan aku untuk menyentu hatimu
Memahami mu semampu ku
Mengertimu dengan kesederhanaamu
Menemanimu di suka dan duka mu

Inginku kau jadi samudera pelangiku
Tempat rindu dan asaku ini beriak tak henti...

Subang 

Oleh : ANIAE INAYAH
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Senin, 18 Mei 2015

Cerpen : CINTAKU DI PERSIMPANGAN

Senin, 18 Mai 2015





CINTAKU DI PERSIMPANGAN

"Cinta memang buta ",kata salah seorang pujangga Inggeris, tapi walaupun demikian cinta itu juga kadang membawa nikmat dan kadang juga membawa sengsara.Istilah ini tak asing lagi dan sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan masyarakat awam, masyarakat elit, toh cinta itu berbeda ragam dan tergantung pada yang mencintai dan yang dicintai."Cinta itu sebenarnya adalah sesuatu yang mengalir dalam lubuk perasaan yang sangat mendalam" kata seorang teman saya bernama Edison, yang kebetulan baru saja menamatkan studinya pada salah satu perguruan tinggi di USA.Dia selalu membaca banyak buku yang berhubungan ilmu Humaniora dan politik walaupun dia bukan pada jurusan sastra dan politik.Begitu sibuknya dia mempelajari ilmu Psikologi, dia menyempatkan watunya membaca buku-buku yang berhungan dengan kisah cinta dalam berbagai novel.Tapi setelah dia pulang dari USA, kami jumpa di persimpangan dan mengajakku makan di sebuah restauran terdekat di kampus saya dan aku sangat kaget jumpa dengan dia seakan-akan rasa kerinduan itu bercahaya lagi sepertinya mentari menyinari bumi, terang benderang dan betapa gembiranya aku karena kami sudah sekian tahun tak jumpa-jumpa.Dia adalah teman akrabku di waktu aku duduk di bangku kelas III SMU Khalsa beberpa tahun yang silam, dan tahu-tahu dia sudah menjadi magister di bidang ilmu Psikologi.

Setelah kami masuk di sebuah restauran pada siang hari itu, Edison bertanya padaku,"Nasrul, berapa lama kamu belajar ilmu sastra?" Aku jawab sambil minum segelas teh.

"Aku menyelesaikan studiku di bidang ilmu sastra selama 4 tahun"
"Lantas, sastra apa saja yang kamu pelajari,Rul?"
"Sastra Inggris.Itu pun hanya sampai pada level strata satu(S1)"
"Wah,hebat betul kamu,Nasrul".Aku banyak membaca karya-karya kamu di majalah Times Newyork,dan kamu banyak menceritakan tentang kisah cinta remaja pada masa sekarang.Aku juga senang membacanya,Rul.Biar anda tahu aku bercerita padamu bahwa semenjak aku berada di USA, aku melihat teman karibku juga bernama John dan Margareth.Mereka adalah sangat bersahabat pada mulanya, tapi lambat laun menjadi intim.Mereka saling mencintai.Kisah cinta mereka nyata betul aku saksikan karena mereka adalah sangat akrab denganku.

"Oh, menarik sekali Son,apa kira-kira kisahnya itu?"
"Pokoknya, serulah.Karena temanku itu hampir bunuh diri, dan
teman perempuannya gila dan terpaksa di bawa ke rumah
sakit gila dan sampai sekarang belum juga sembu-sembuh."
"wah! Seru bangat ya, Edison".Kalau begitu apa sih, ceritanya?

Mendengar ini, Nasrul juga penasaran karena dia ingin mengetahui mengapa sampai perempuannya gila. Ini kisah cinta yang luar biasa sepertinya kisah cinta yang tak dapat dilupakan dan dipisahkan ibarat kulit dengan daging.

"Edison,jangan buat aku penasaran.Kita kan sambil makan dan alangkah baiknya bila kamu ceritakan padaku tentang itu semua".Ceritanya amat menyedihkan Rul karena John dan Margareth ini adalah sama-sama berasal dari daerah yang sama ,yakni dari daerah Mississipi,dan orang tua Margareth sangat miskin sedangkan orang tua John sangat kaya.Tapi walaupun Margareth ini miskin orang tuanya namun dia tidak patah semangat.Dia tetap berjuang dan bekerja di sebuah bar di kota New York selama beberapa tahun. Selama dia bekerja di sana, dia banyak membuahi hasil sehingga dia banyak menyimpan dolar di bank untuk biaya perkuliahannya pada masa akan datang.Dia ingin melanjutkan studinya di Universitas Washington dalam bidang ilmu Psikologi.Cerita demi cerita,ya maklum saja ya Rul,namanya orang kerja di Bar, tentu banyaklah pergaulan, dan dia kenal seorang yang kaya raya dan sangat menolongnya terutama dalam masalah keluarga.Mungkin karena Margareth cerita kepada Tuan Davison tentang keluarganya dan Margareth bisa terbantu sedikit.Tapi namanya bantuan mengalir terus menerus sementara Tuan Davidson sudah mulai menaruh perhatian pada Margareth meskipun tak ada rasa cinta dalam perasaan Margareth tapi Karena Tuan Davidson sangat pandai merayu cewek cantik belia ini, akhirnya hati Margareth luluh bagaikan deburan ombak menerpa pantai menyambut cinta Davidson meskipun Davidson sudah punya putra tunggal semata wayang bernama Jhon.Ya, namanya budaya Timur dengan Barat agaknya jauh berbeda, Nasrul, dan tidak salah bila Margareth tercicipi oleh Tuan Davidson.Sungguh malang nasib temanku,Jhon mencitai Margareth pada awal musim semi mereka pergi di sebuah taman tak begitu jauh dari kampus kami,dan di situlah mereka mengadu nasib sehidup semati.Margareth sangat simpatik bersahabat dengan Jhon dan akhirnya mereka menjadi teman yang intim tak dapat dipisahkan.Aku pun terheran-heran dan terus berkata pada Edison,"Jadi kalau begitu bagaimana kelanjutan ceritanya".Aku sungguh tertarik mendengar kisah demikian,Son". Ya, tenang sajalah,silahkan habiskan dulu kopinya, kan masih banyak lagi,iakan?"

"Tapi, biar kamu tahu ya Nasrul, yang paling seru lagi ketika kami hampir tamat di perguruan itu.Maksudku di Universitas Washington,Jhon bercerita padaku bahwa pada akhir bulan Desember tahun depan, dia akan melanjutkan pernikahannya dengan gadis yang dicintainya,yaitu Margareth.Untuk itu, dia harus memperkenalkan Margreth kepada kedua orang tuanya, terlebih lebih kepada Bapaknya, yaitu Tuan Davidson". Niatnya itu terkabul bahwa dia harus melamar Margareth karena kedua orang tua Margareth setuju bila John ini teman hidup Margareth karena John adalah seorang yang baik budi, jujur, ganteng dan sangat ramah kepada semua orang.Tapi apa yang terjadi,Rul? Bak kata pepatah mengatakan,"Mujur tak dapat diraih malang tak dapat ditolak".Tahu-tahu suasana pada malam peminangan gadis belia ini menjadi malam yang sangat malang bagi temanku Jhon karena calon istrinya melarikan diri dengan tiba-tiba di saat John memperkenalkan calon istrinya kepada Bapaknya,dan Margareth sangat malu setelah bertatap pandang dengan Tuan Davidson.Apa mau dikata, John sebelumnya tak tahu bahwa ada hubungan batin antara Margareth dengan orang tuanya sendiri.Dalam perasaan Margareth,kan tidak mungkin Davidson menjadi mertuanya sementara hubungan mereka masih terjalin intim bagaikan makan buah simalakaman, maju kena mundur kena, iakan Nasrul".

"Wah!Seru bangat itu cinta,Edison."
" Jadi, bagaimana selanjutnya?"
"Apakah mereka tetap juga menikanh?"
"Tentu saja tidak, donk, mana mungkin mereka bersatu lagi?"
" Kasihan juga ya, sama teman kamu itu, Jhon"

Biar kamu tahu, Nasrul.Temanku,Jhon itu sudah hampir bunuh diri dengan membeli racun tikus dan untung juga pada malam itu kuselamatkan dia.Kalau tidak, ya habislah dia.Aku juga turut prihatin, kok mereka nampaknya kurang saling terbuka antara satu dengan lainnya.Maksudku,mengapa Margareth tidak menceritakan pada John masalah hubungannya dengan Tuan Davidson pada awalnya, kan Jhon ini tak akan korban dan begitu juga Margareth.Tapi yang paling seru lagi, Rul.Tiga bulan kemudian, aku dengar khabar dari salah seorang teman perempuan Margareth bernama Sylvia mengatakan Margareth telah diopname di rumah sakit gila karena urat syarafnya terganggu.Ini juga menunjukkan bahwa dia sangat mencintai Jhon
tapi apa boleh buat"Maksud hati nan meluk gunung apa daya tangan tak sampai", iya kan Nasrul?"

"Betul sekali, Edison.Kasihaan juga pada kedua temanmu, itu ya,dan itulah kalau asmara sudah bergelora sehingga dunia kabur dan kadang tersenyum dan kadang menangis seolah-olah cintanya hanya jumpa dipersimpangan dan sangat sakit bila hal ini terjadi dalam diri kita".

"Sepakat, cinta itu buta"
"Benar,Rul. Makanya aku juga sangat berhati-hati kalau bercinta. Soalnya kalau ini terjadi dalam diriku,apa yang harus kubuat?"Aku, kemungkinan akan juga bisa bunuh diri tapi walaupun demikian kita juga orang yang taat beragama, Rul.Dalam agama Islam, seperti kamu ini Rul kan sangat pantang dan dosa besar dalam ajaran Islam, iakan?Kami juga dalam agama Nasrani sangat terlarang bunuh diri apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru, kita umat kristen harus taat beribadah kepada Tuhan dan banyak mengenang dosa-dosa masa lalu dan meminta ampun pada Tuhan penyelamat supaya masuk surga Bapak.

"Betul sekali apa yang ada katakan,Edison.Kami dalam ajaran Islam sangat tercela bunuh diri dan itu tidak akan diampuni oleh Tuhan karena bunuh diri itu adalah salah satu dosa yang paling besar dalam ajaran Islam".Ok, Edison, nampaknya sudah menunjukkan pukul 3.30 dan aku harus balik lagi ke kampus karena ada urusan yang penting.Selamat Tinggal.

Oleh : Siamir Marulafau
Diposkan oleh : Teddy Silvanus