Sabtu, 20 Juni 2015
TITIK NADIR
Meskipun jelaga terus menerus ditaburkan
diatas arang sisa penghangusan,
tetap saja hitam adalah hitam
... kerna jarak sudah tak lagi berjarak,
kilometer berada pada angka nol,
waktu sudah tak memiliki detik lagi.
tiga jarum berhimpit dititik dua belas,
maka ruang pun hampa tak ada ruang,
itukah awal ataukah itulah akhir ?
untuk catatan yang tak ada catatannya,
diterminal yang kosong melompong,
pada penghentian semu yang bohong,
separah inikah kita ???
menanti titik nadir hadir,
menyelaraskan takdir.
Makassar
Oleh : Drs Mustahari Sembiring
Diposkan oleh : Teddy Silvanus









0 komentar:
Posting Komentar