Jumat, 11 Juli 2014

GADIS RENTA

Jum'at, 11 Juli 2014




                                                                     GADIS RENTA





Suatu saat nanti,
ketika rambutku sudah memutih
aku akan  mengenang diriku sendiri sebagai mahluk terwaras dari kewarasan yang pernah ku kenal.
Dengan detak yang masih berderap, menderukan nafas keberhasilah.
Dengan mata yang masih setajam pusaka kegagalan yang hampir mengikis eksistensiku sendi
Dengan lidah yang mengandung akurasi tinggi terhadap ejaan tiga masa.
Hari ini, esok dan kemarin.

Kerentaan mungkin sudah meremukkan sebagian elemen-elemen ragawiku
Tetapi tidak dalam dunia indrawiku
Hati, hati, hati, hati dan hati
Indera terampuh dari sisa-sisa kemanusiaan masa lampau
Untuk kemudian menyaambut kematian dengan mata berbinar


Oleh : Gygy
Diposkan oleh : Teddy Silvanus
#TsL_P09

TAMBAH SATU

Jum'at, 11 Juli 2014




                                                               TAMBAH SATU





Syukurlah kawan
usiamu tambah satu sehingga kita masih bisa bercengkrama di kontrakan ini bercerita tentang banyak hal dengan bahasa yang kita punya gotong royong membersihkan pekarangan dari kejahatan hewan pengerat atau polusi negara yang lebih ganas dari fasciola hepatica

Karena kita tau tikus adalah hewan paling rajin cari makan sekaligus perusak yang merugikan banyak orang seperti koruptor maling dengan wajah bercahaya berwibawa dan seolah-olah sangat bijaksana mengancam ratusan juta nyawa sedangkan cacing hati hanya sejenis parasit kecil tanpa dubur yang hidup meminta di hati hewan dan manusia sejak sebelum hawa dicinta

Syukurlah kawan
rambutmu tambah satu warna tumbuh bebas dan berubah secara alamiah berproses dari akar yang tertanam di folikel tanpa harus mengikuti mode hingga terasa lebih enjoy berpenampilan di rumah sederhana yang
dipercaya pemiliknya dari tahun ke tahun

Karena hidup berlebihan sangat tidak bagus apalagi banyak biaya yang harus dikeluarkan demi merawat dan menerus-lunaskan kontrakan ini

Syukurlah kawan
matamu tambah satu lagi ketika dunia kian singkat‘tuk di gapai ketika jarak pandang tak lagi menjadi fokus pembicaraan dan ketika matahatimu kian peka terhadap belaian tangan-tangan tuhan

Karena dunia tak lebih dari elektrokardiogram yang mencatat kerja jantungmu dengan komunikasi yang tak perlu mengeluarkan busa sementara kau makin yakin akan segala kebaikan yang kau semai di sungsum anak-anakmu

Syukurlah kawan
encokmu tambah satu kerutmu tambah satu
dan terima kasih kawan puisiku juga tambah satu


Oleh : Acep Syahril
Diposkan oleh : Teddy Silvanus
#TsL_P09

Kamis, 10 Juli 2014

MALAM

Kamis, 10 Juni 2014




                                                                       MALAM





Satu kata trucap.
Di sini aku hadir.
Kembali untuk katakan.
Selamat malam cinta.

Malam yang dingin.
Seakan menyapa diriku.
Ingatkan tentang cinta yg indah.
Silih berganti kenangan menggodaku.

Malam...
Masihkah ada cinta yg tulus untukku.
Malam...
Tunjukkan kalaw memang ada.

Kasih aku jalan.
kalaw itu bahagiaku.
Dan jauhkan jln jngn tunjukkan.
Kalaw itu akn membuatku sedih.

Sepanjang malammu datang.
Doa dn harapan bergema.
Padamu Tuhan...
Terimakasih akan Anuggrahmu...

Aku prnah merasakan.
Arti....
Mencintai dn Di'Cintai...

Oleh : Ressa Elia
Diposkan oleh : Teddy Silvanus
#TsL_P09

AKU ADALAH AKU

Kamis, 10 Juni 2014



                                                               AKU ADALAH AKU




Retak-retak langkah ku semalam
membawa lenguh hati ini
terasa berbatuan terjal di
setiap jalan yang ku lalui..

Letih lemah seluruh jiwa ini
ingin rasa tak bersuara pada
semuaaaaa! .......Adduuuhhh! letih banget!
hidup ini perjuangaan tak sudah

sinar mentari itu harus ku
lewati sebelum ia merajuk kelam
walau lemah jiwa kerdil ku
akan ku sematkan semangat kental

Gerak langkah ini tak akan terhenti
walau selemah mana pun menguasai diri
hingga siang tak sempat bicara pada
pada dentuman Semangat Juang ku..kerana,

...Aku Adalah Aku ....Tak pernah mengalah padanya Hidup!
...Yes Semangat ini Harus KU Gengam..InsyaAllah!...

Oleh : JN
Diposkan oleh : Teddy Silvanus
#TsL_P09

GALAU

Kamis, 10 Juni 2014

                                                                           GALAU






Resah,gundah,gulana...
sejenak berfikir...,berlinang air mata

Ingin berteriak, ta` ada suara
ingin membrontak, ta` ada tenaga
Diam dan diam... dipinggiran jalan

Ingin menyebrang...krikil makin tajam,
mencoba bertahan angin semakin kencang
diam hanya bisa diam...
pasrah dg keadaan.

Oleh : Nur Azizah
Diposkan oleh : Teddy Silvanus
#TsL_P09

Rabu, 09 Juli 2014

KU BUKA AGENDA HARIANKU

Rabu, 09 Juli 2014




                                                    KU BUKA AGENDA HARIANKU





Terungkap masa silamku.
Berderailah airmata.
Ingat akan kenangan yg bgtu manis.

Terngiang kata sayang.
Terukir bias bias rindu.
Membuka tabir.
Sungguh perih kini kau hanya bayangan.

Agenda harianku..
Kenapa aku membisu.
Membeku sibak masa silam.

Kalaulah mungkin..
Aku bisa ciptakan.
Kau dn aku jadi satu nada.
Mungkin bahagia akan nyata.
Namun kini hanya fatamorgana terusik duka.

Oleh : Ressa Elia
Diposkan oleh : Teddy Silvanus
#TsL_P09

SIMPONI UNTUK RUMI

Rabu, 09 Juli 2014




                                                          SIMPONI UNTUK RUMI





/1/
Mestinya hujan turun malam ini
Agar embun berkicau esok pagi
Di pucuk dedaun di sela angin
Dan jatuh di lorong bebatuan dingin
Seperti syair Rumi tentang alam damai
Semesta tanpa bentak-bantai
Semesta tanpa air mata di lantai

“Aku tak hidup seperti air
Yang diam terus mengalir
Meski takdir menghantam
Dan hidup telungkup di titik nadir”

“Aku adalah hitam bebatu
Hidup harus saling tipu
Makrifat jaman baru
Sekedar hidup matikan kalbu”

/2/
Mestinya tak ada badai malam ini
Biarkan gelombang pasang melandai
Tapi apakah artinya menjadi manusia
Jika amarah menjadi agama
Jika amuk massa adalah syariatnya
Jika caci maki rukun doanya

“Manusia baru harus siap diadu
Seperti binatang di altar Romawi
Jauhkan hasrat manusiawi
Karena di sini dilarang menjadi
Makhluk sejati seperti syair Rumi”

“Kisah kebaikan telah usai
Sejak merahnya matahari tenggelam
Oleh beringas hujan tanpa henti
Dan Tuhan meninggalkan urat nadi
Seperti simponi tak selesai”

Oleh : Cucuk Espe
Diposkan oleh : Teddy Silvanus
#TsL_P09