Selasa, 18 November 2014

REDUP RASA

Selasa, 18 November 2014





                                                                   REDUP RASA






Alunan itu mengalir deras kerelung jiwa
Tanpa henti menuju jemari jua
Perlahan aku terjemahkan melalui goresan tinta
Tersusun kata perkata.
Membentuk rangkaian yang menurutku tanpa makna
Seolah mengajakku mencari jawaban dalam asa
Dimana kudapati ada sutra ternoda
Kini dunia telah sukar diajak bicara....

Keheningan pagi buta
Aku semakin merasa tersiksa
Entah suatu sebab apa
Yang Aku tahu pasti membuat luka
Jika saja dia dengar aku bercerita
Aku tak mau mengembalikan memorinya
Sudah terlalu lama
Dengan jalan yang gelap gulita
juga dirinya dalam dimensi maya

Aku percaya juga dia
Tertanam dalam satu jiwa yang berbeda
Perlahan tumbuh dengan seyogyanya
Menembus dalam melewati iga
Hingga rata dengan raga
Dengan terus berhembusnya udara
Aku yakin semua akan bahagia.

Oleh : Robbin Yahya
Diposkan oleh : Teddy Silvanus
#TsL_P09

0 komentar:

Posting Komentar