Sabtu, 11 April 2015

SEMAKIN TAK KUKENAL WARNAMU

Sabtu, 11 April 2015





SEMAKIN TAK KUKENAL WARNAMU





Sejujurnya,
semakin tak kukenali warnamu,
kerna riak dan ombak tak kenal waktu,
bahkan ganas gulung menggulung jadi tsunami,
tepian diri menyisi dipojok nurani,
mau dibawa kemana cerita ini ?
setelah dua tiga langkah, mundurku tuk mawas diri
tidakkah ada artinya bahasa hati ?
separah itukah hanyutnya jati diri,
hingga tak lagi mau kompromi....
bahkan cendrung egois tak terkendali,
tak perduli salah siapa,
tak perduli siapa salah,
ataukah , siapa salah , tak perduli ?!
lalu perdebatan panjang terentang, kosong
bila terpojok, buru buru hentikan topik senada,
hingga akhirnya, semua menggantung diangkasa
menggulita lalu tiris jadi air mata,
setetes demi setetes mengalir kedada,
menggoreskan luka atas duka yang tak nyata..
kenapa harus begini jadinya......

Makassar


Oleh : Drs Mustahari Sembiring.

Diposkan oleh : Teddy Silvanus

0 komentar:

Posting Komentar