Rabu, 01 April 2015

SENYUM IBU SELALU KURINDU

Rabu, 01 April 2015





SENYUM IBU SELALU KURINDU





Kecemasanku akan kecewamu, Ibu...
Terhapus bayang senyum kasihmu..
saat kupeluk dan kucium pusaramu..
tak tertahan isak tangis sesalku..

karena aku...

aku tiada disampingmu...
tuk menghiringi hela nafas terakhirmu...
tuk menatap senyum damai awal tidur panjangmu..
tuk mengucap selamat jalan padamu...Ibu...

aku tiada disisimu...
mengiringi ucap doa kalimat terakhirmu..
Laa Ilaaha Illallah , Muhammadarrosulullah...
Sang kholiq menjemputmu..
bersama kata terakhir dari kedua bibirmu..
Allah..Allah..Allah...

saat di pusaramu....
kuterbayang senyum manismu...
tentu Ibu tiada salahkan aku...
kealpaanku karena menjalankan amanatmu...
menyampaikan pesan permohonan maafmu...
pada handai taulan dan sahabatmu..
pada mereka yang mengenalmu...
ku tak mampu mengejar waktu...
tuk berada disisimu..
saat itu..
Ibu...
maafkan aku...

bayangan senyummu di pusara itu...
moga pertanda kau ampuni aku...
moga kau damai di alam baru...
menghadap Sang Pemilikmu...

ku abadikan senyummu...
dalam lukisanmu ,Ibu..
semanis mawar itu..
peredam rindu padamu...
pada senyum kasihmu...
I.B.U...


Oleh : CYang Uthy Fatimah 
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

0 komentar:

Posting Komentar