Rabu, 18 Maret 2015

IBU

Rabu, 18 Maret 2015






IBU






Ibu..tanpamu tiada aku
Dengan pengorbananmu aku lahir dan dapat menikmati hidup yang sejahtera
Kau pertaruhkan nyawamu demi aku anakmu hingga aku dapat merasakn mentari dipagi hari yang pertama kali kurasakan di kehidupanku karna do'amu dan cinta kasihmu kEbahagiaan selalu menyertai hidupku
Ibu..izinkan aku untuk membalas semua pengorbananmu walau ku tau semua tak seberapa terbayar oleh tanda jasamu
Do'a ku selalu ada setiap langkah hidupmu

Jakarta 

Oleh : Maya Irvianti Irvianti
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

PINTU ABADI

Rabu, 18 Maret 2015





PINTU ABADI






Jika tanya itu datang...
kukatakan :
"Aku khawatir melangkahkan kaki keluar rumah bila belum Shalat."
Seolah kematian tidak datang ketika aku duduk saat ini....

Jelas aku percaya,
'MATI...' bisa datang kapan saja...!!!
dimana saja...!!!
namun iblis hadir dengan sabarnya menghembuskan rasa,
"Bahwa Kematian adalah perkara yang biasa."

Diamku tahu itu adalah Dusta...
Mati... Adalah Tarung terakhir Dunia Fana,
Penentu dimana aku akan hidup selamanya...
Di"Taman Indah"-NYA kah...???
atau abadi sebagai penghuni "Dunia Api"...???

Tulisanku terdengar Ringan bukan...!!!
Tapi ketahuilah, bahwa hatiku tidak berkata serupa,
ia berdetak kencang penuh rasa takut dan khawatir...

Terasa bak insan yang tidak tahu malu saat kunikmati khayalan indahnya Syurga...
namun membayangkan hebatnya Siksa Neraka,
Begitu amat sangat kengerian melanda....
dan hanya berani hingga tahap perkataan saja,
"Bahwa adzab-NYA lebih keras dan pedih dari apapun fikiranku yg paling kejam...

Entah bagaimana kelak Matiku...!!!
Tapi yang pasti aku tahu...
MATI HANYALAH 'PINTU'...
untuk bertemu dengan 'KEABADIAN.'

Astaghfirullahal 'adziim....
Semoga ALLAH Azza Wa Jalla mengampuni dosa²ku dan kalian....
"Aamiin ya ALLAH."

Tanjungbalai,Sumatera Utara 

Oleh : Coretan Hati : Wahyu Sumut Kembara
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Selasa, 17 Maret 2015

KU HANYA WANITA

Selasa, 17 Maret 2015





KU HANYA WANITA






Sering kali kau sakiti , kau lukai
namun kau tak pernah mengerti
seperti apa rasanya hati

Walaupun semua ini menyakitkan
ku hanya bisa diam
mencoba setegar mungkin melawan kenyataan rapuhnya aku
ku hanya bisa berdo'a dan berharap pada Tuhan
agar tak lagi pernah mengeluarkan airmata
terlalu bodoh tuk selalu berkorban
meraih keinginan yang tak pernah berpihak
entah sampai kapan ?

Ingin ku tinggalkan
semua tentangmu , semua yang baik padamu
tapi ku tak pernah bias
mungkin karena , terlanjur dalam rasa peduli yang tertanam

Ku harus bagaimana lagi ?
ku hanya wanita yang rapuh
yang pastinya ingin miliki kekasih yang selalu ada
tapi semua seperti tak ada celah bagiku
semua itu hanya mimpi ,
semua itu hanya harapan bayang semu.

Djogjakarta

Oleh : Wong Djogja
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

KARENAMU

Selasa, 17 Maret 2015





KARENAMU







Ketika semua berawal dari kamu
dan ku rasa perlahan ,
akupun mulai larut
ku tenggelam sendiri dalam munafikku
rasa yang ku simpan karenamu

Satu per satu ,
mahkota itu
indah merekah
tumbuhkan putik bunga harum mewangi
tebarkan benih di ladang hati

Ku belajar menyiraminya dengan rindu
ku belajar memupukinya dengan kasih tanpa henti
ku belajar memberi sinar hangat dengan senyuman
ku belajar membangun pagarnya dengan setia
ku belajar , ku belajar untuk itu karenamu
karena ku tahu kita sama dan searah.

Djogjakarta

Oleh : Wong Djogja
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Senin, 16 Maret 2015

HEBATNYA KITA DALAM RINDU SEORANG AYAH

Senin, 16 Maret 2015





HEBATNYA KITA DALAM RINDU SEORANG AYAH







Terpendam dalam tawa.
mungkin juga sedih.
yang memayungi hati.

Airmata itu tak kita baca.
tak kita lihat.
perasaan kita tuli, hati kita buta.
Dia menyimpan rasa pada kita.
Dia memendam rindu yang mengarat.

Dalam tiap do’a IA selalu setia.
meski IA tak selalu disisi kita.
dalam tiap rintihan sujud IA selalu ada.
dalam hening hatinya.
kita selalu di sanjung ,di banggakan , selalu di puja.
kita selalu ada dalam tiap lafadz do’anya.
di tiap ucap bibirnya,itulah kita.
meski pipi basah dengan airmata.
hanya satu yang dia pinta.
IA hanya ingin kita bahagia.
begitu pula ,
kita selalu setia dalam do’a untuk IA.

Djogjakarta 

Oleh : Wong Djogja
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

DALAM SETIA

Senin, 16 Maret 2015





DALAM SETIA






Cuman baling-baling di langit-langit kamar yang aku dengar.
nggak ada lagi bahasa lain yang merdu menyapa kupingku.
nyamukpun puas tertawa terbahak-bahak .
menyaksikan satu lakon kebodohan diriku.
memang sunyi pagi itu ,
aku tulis saja kata itu ,
agar aku benar-benar ingat.
kesepian itu benar-benar tak bisa aku tahan.
bahkan aku nggak mengira ,
kalau pagi itu kamu sudah tak lagi denganku.
tapi aku sudah harus kebayang muka kamu di otakku.
ya sudahlah , aku putuskan untuk bergegas pagi itu.
biar terpuaskan jua hati.
yang merindu ,
dan ku bawa dalam Do’a pagi.
ku pintakan Pada-Nya.
agar kamu selalu sehat , bahagia ,
dan bisa temukan pedamping yang baik tuk hidupmu nanti.
itu saja ya cinta ,
yang cuman bisa aku tunjukkan ke kamu .
cuman rindu , rasa cinta ,
serta sepatah Do’a yang tak henti ku panjatkan.
agar kamu baik-baik saja disana.
( Amin ).

( Aminin dong Cinta , !! )
( …. )
Terima kasih , Cinta .

Djogjakarta 

Oleh : Wong Djogja
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

Sabtu, 14 Maret 2015

DO'A SEOARNG KEKASIH PADA ISYARAT KEMATIAN

Sabtu, 14 Maret 2015





DO'A SEOARNG KEKASIH PADA ISYARAT KEMATIAN






Tuhan
jika isyarat kematian telah menunggu
Takdirkanlah ia hidup denganku
tuliskan dalam catatan buku Takdir-Mu
dekapkan ia dalam pelukanku
kunikahi ia , kujaga ia dengan sisa umurku

Tuhan
Jika ia bukan Engkau Takdirkan untukku
dan segala buku harian telah tertutup
matahari tak lagi hangat menyentuh
bulan separuh mulai meredup
dalam dekapan malam yang terkutuk
segala nafas menemui akhir berhembus
segala hasrat telah buntu
Para Malaikat membawa pesan untukku
dingin menerjang disekujur tubuh
dendangkan " Puisi ini " dipelupuk hatinya
pertemukan kami Di Surga
Ciptakan kami sebagai sepasang kekasih
yang memiliki tiada batas untuk terbang
dengan sayap mimpi-mimpinya

Tuhan
Engkau Yang Maha Tinggi Derajat-Nya
Penguasa segala kehidupan dan kematian
kabulkan segala pinta

Djogjakarta 

Oleh : Wong Djogja
Diposkan oleh : Teddy Silvanus