Sabtu, 21 Juni 2014
TAMPA JUDUL
lalu seperti apa pagi mampu merekahkan cahaya
mendung masih saja menyelimuti kedalaman jiwa
menangisi langit bersembunyi menguntit mimpi
tak tahu wajah hati terbelenggu lingkar imaji
seberapa lama hujan membanjiri kekeringan
gersang menggerang terbungkam nada kepiluan
menanti membujurkan raga tak tahu pasti
akhir hayat mungkin adalah titik henti
Oleh : ??
Kiriman : Putra Kamdal
Diposkan oleh : Teddy Silvanus
#TsL_P09









0 komentar:
Posting Komentar