Senin, 12 Januari 2015
SABDA ALAM
ketika bumi gerah menyambut sapa kita
mana mungkin langit tersenyum ramah
ketika rajawali kehilangan kursi istananya
mana mungkin bisa dahan patah yang menangis hilangkan kedukaan
pohon yang sedang sedu sedan menangisi saudaranya yang mati menggenaskan
cukup disikapi dengan perhatian yang picisan
lalu apa jadinya jika tempat kita berpijak dilulur ombak hingga membuat kita terseret ke arus samudera tanpa tepian
apakah kita harus membuka baju menjadi layar
mengulur tangan jadi kemudi
prahara sabda alam harusnya membuat kita intropeksi
namun bukan untuk di jual beli
tapi patilah banyak orang yang gemar dengan keramaian
namun satu dua pasti juga ada yang berani kesepian
ini mungkin hanya sajak sore hari
dan bukan sajak puisi sufi
Tanjungbalai,Sumatera Utara
Oleh : Syamsul Rizal,SH / TOK LAUT
Kiriman : Putra Kamdal
Diposkan oleh : Teddy Silvanus
#TsL_P09









0 komentar:
Posting Komentar