Senin, 12 Januari 2015
TANGIS DAHAN SIRANTING KAYU
Ketika bumi gerah memakai pakaiannya
Yang terlihat sobek terkoyak hina
Mana mungkin langit tersenyum manis
yang selama ini membelainya
Elang Laut, merak rimba, tlah lama merajuk membawa sepinya hati
Karena birunya langit tak seceria pepohonan
yang menangisi saudaranya mati menggenaskan.
Dulu ranting inilah kursi istana sahabatku Si Rajawali
Namun sahabatku mangkat mendahului takdirnya,
tanah subur-pun tlah dilulur ombak menghempas tepian
keganasan
keserakahan
tangan-tangan hitam penuh dosa
adalah potret wajah kita saat ini
Sementara anak cucu kita perlu bernapas
Hai Rajawali yang telah lama tidur diemperan got kali …bangun dan lihatlah…
Penanaman sejuta pohon telah kita canangkan
Ajaklah rakyatmu pulang kandang….
Istana barumu sedang kubangun
Jutaan bibit pohon sudah kusiapkan
Hai Rajawali…lihatlah…
Langit sedang tersenyum ramah
Menyambut suasana itu dengan haru
Hai.. Rajawali…
Jemput aku…
dan bawa aku terbang ke-masa depan yang gemilang
pada istana kita yang terbentang luas menghijau…
Hai..Rajawali…
Sebelum menjemputku
Kabarkan berita gembira ini pada sahabat seniman kita
Sebab merekalah yang bakal menata indahnya istana kita…
Hai.. Rajawali…mereka ada dihamparan pantai tanjungbalai
Yang saat ini menjadi mutiara selat malaka yang berada dihilir danau Toba.
Wasalam
Tanjungbalai,Sumatera Utara
Oleh : Syamsul Rizal,SH / TOK LAUT
Kiriman : Putra Kamdal
Diposkan oleh : Teddy Silvanus
#TsL_P09









0 komentar:
Posting Komentar