Kamis, 26 Maret 2015

ADAKU SAMADENGAN TIADAKU

Kamis, 26 Maret 2015





ADAKU SAMADENGAN TIADAKU






Kalau memang tak mungkin bertunaskan Harap,
Kenapa terus saja menebar benih,
Manalagi musim semi begini,
Sama pula lah artinya menyemai benci
Dan bila tunas mulai meranggas,
Langit pun luka dicakar rasa
Lalu sang kelana yang ngembara tak mungkin berbahasa,
Kerna takjim pada tata krama, adat pujangga para kawula
Tapi apakah kita biarkan saja waktu mengeksekusi semaunya,
Kerna menyangkut harkat, martabat bahkan jati diri,
Tak Cuma langit yang luka luka, tapi senjapun terkulai
Patah batang asanya dihempaskan nuansa, dikebiri sistem
Hendak kemana payah nurani kututurkan, kerna bahasaku seadanya
Kalau nyatanya semua pintu telah dikatupkan….
Apakah mungkin samudra masih sabar meninabobokan gemuruh badai didalam dada
Lalu mengantarkan jiwa yang lara kedunia apa adanya, mensyukuri sisa usia
Kalau tetap saja sang waktu kita biarkan mengeksekusi segalanya ?
Lalu untuk apa kita ada ?
Jika Cuma diberi lisensi sebagai pemain sandiwara sebabak saja,
Padahal ceritanya berseri tak berujung,kolosal dan improvipasi
Bukankah adaku sama juga dengan tiadaku ?
Lalu untuk apa aku ada ??

Makassar

Oleh : Drs Mustahari sembiring
Diposkan oleh : Teddy Silvanus

0 komentar:

Posting Komentar